Gambar: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta. (Foto: Facebook/@PrabowoSubianto)
Jakarta (Utusan Bangsa) – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato visioner dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2025 pada Jumat 15/08/2025. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa makna kemerdekaan sejati bagi bangsa Indonesia bukanlah sekadar bebas dari penjajahan fisik, melainkan terbebas secara fundamental dari belenggu kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan yang masih dialami oleh sebagian rakyat.
Presiden Prabowo menggarisbawahi pentingnya Indonesia sebagai negara yang berdaulat penuh. Kedaulatan ini tidak hanya diukur dari batas wilayah, melainkan juga dari kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri dan secara mandiri memenuhi kebutuhan dasar seluruh rakyatnya. Ini menjadi fondasi utama bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan adil.
Lebih lanjut, ia menyoroti hakikat demokrasi Indonesia yang sesungguhnya. Menurutnya, demokrasi yang kita anut lahir dari nilai-nilai luhur gotong royong dan kekeluargaan yang telah mengakar kuat dalam budaya bangsa. Nilai-nilai ini menjadi landasan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu membangun bangsa.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa kekuasaan yang diberikan kepada para pemimpin harus diawasi dengan ketat oleh rakyat dan lembaga-lembaga yang ada. Pengawasan ini mutlak diperlukan agar kekuasaan tidak disalahgunakan dan tidak menjadi sumber korupsi yang merugikan rakyat. Ia menyebut pengawasan ini sebagai bentuk nyata dari demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Sebagai wujud nyata dari komitmen pemerintah, Presiden mengumumkan bahwa di awal tahun 2025, pemerintah berhasil menyelamatkan anggaran negara sebesar Rp300 triliun. Dana yang sangat besar ini merupakan hasil dari langkah-langkah efisiensi dan pencegahan kebocoran anggaran yang sistematis.
Dana yang diselamatkan tersebut tidak disimpan, melainkan segera dialihkan untuk program-program yang lebih produktif. Program-program ini dirancang khusus agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh rakyat. Alokasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dari bawah dan meningkatkan kesejahteraan secara merata.
Dalam bagian penutup pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 harus dijadikan pedoman nyata, bukan sekadar slogan yang diulang-ulang. Setiap kebijakan dan tindakan pemerintah harus berlandaskan pada amanat konstitusi untuk mewujudkan cita-cita bangsa.
Ia juga menutup dengan pesan optimis, bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada keberanian untuk mengelola kekayaan alam dengan benar, membangun ekonomi yang adil dan mandiri, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pesan ini menjadi seruan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk bekerja sama demi masa depan yang lebih baik. (HMTS)




















































Discussion about this post