Gambar: Presiden Prabowo Subianto (kiri) berdialog dengan Steve Forbes, Chairman and Editor-in-Chief Forbes Media, dalam sesi “A Meeting of Minds” pada Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel The St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025). Keduanya mengenakan batik dalam panggung berlatar hijau tosca dengan logo Forbes CEO Conference dan tagline “The World Pivots”. Forum ini dihadiri 400 pemimpin bisnis global dari berbagai negara untuk membahas arah ekonomi dunia di tengah dinamika global yang terus berkembang. (Foto: youtube.com/@SekretariatPresiden)
Jakarta (Utusan Bangsa) – Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah menerapkan sistem ekonomi campuran yang mengombinasikan nilai-nilai terbaik kapitalisme dan sosialisme untuk mewujudkan kesejahteraan merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam dialog dengan Steve Forbes, Chairman and Editor-in-Chief Forbes Media, pada Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel The St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025). Forum bisnis internasional yang digelar untuk ke-23 kalinya ini dihadiri sekitar 400 CEO, wirausahawan, dan investor dari berbagai negara.
Dalam sesi berjudul “A Meeting of Minds”, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa filosofi ekonomi campuran yang dianutnya terinspirasi dari mendiang ayahnya, begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo, yang meyakini pentingnya keseimbangan antara usaha bebas dan nilai-nilai sosial. “Saya bertanya, ‘Ayah, menurut Ayah, sistem ekonomi yang terbaik itu apa?’ dan beliau menjawab, ‘Sebenarnya, sistem ekonomi yang terbaik bagi kita, bagi Indonesia, haruslah sistem ekonomi campuran. Kita harus mengambil yang terbaik dari kapitalisme dan yang terbaik dari sosialisme,'” ujar Presiden Prabowo. Kepala negara menekankan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia ke depan akan memastikan kemakmuran tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu, melainkan dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Lokal
Presiden Prabowo memaparkan program makan bergizi gratis sebagai prioritas utama untuk mengatasi stunting dan gizi buruk yang masih dialami banyak anak Indonesia. Program ini dilatarbelakangi oleh keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak di berbagai desa yang mengalami malnutrisi. Hingga saat ini, program tersebut telah membangun 11.900 dapur dan memberi makan 35,4 juta orang setiap hari, setara dengan populasi tujuh Singapura. Program ini tidak hanya mengatasi kelaparan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dengan menciptakan permintaan tetap untuk produk pertanian dan perikanan dari petani dan nelayan setempat, seperti telur, sayuran, dan ikan. Setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan dalam program ini diperkirakan memberikan imbal hasil antara 15 hingga 37 dolar AS, berdasarkan laporan dari Rockefeller Institute.
Pemberdayaan Nelayan dan Koperasi Desa
Pemerintah meluncurkan program pemberdayaan nelayan melalui proyek Desa Nelayan yang menyediakan fasilitas seperti dermaga, pabrik es, dan tempat pelelangan ikan untuk meningkatkan kualitas dan harga jual hasil tangkapan. Program percontohan ini terbukti meningkatkan pendapatan nelayan hingga 100 persen dalam satu hingga dua tahun. Pemerintah menargetkan untuk mereplikasi model ini di 1.000 desa pada akhir tahun 2026, yang akan memberdayakan sekitar 2 juta nelayan beserta keluarganya.
Selain itu, telah didirikan 81.000 koperasi desa yang masing-masing akan dilengkapi dengan gudang, penyimpanan dingin (cold storage), dan dua unit truk. Tujuannya adalah memperlancar distribusi hasil panen dari desa ke pasar dan mencegah kerugian akibat hasil panen yang membusuk.
Target Pertumbuhan 8 Persen dan Rasionalisasi BUMN
Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen. Optimisme ini didukung oleh penciptaan 1,5 juta lapangan kerja langsung dari program makan bergizi gratis, yang setara dengan kontribusi 3 persen pertumbuhan PDB. Pemberdayaan masyarakat miskin diharapkan akan meningkatkan daya beli domestik, yang pada gilirannya mendorong konsumsi untuk produk seperti sepatu, pakaian, sepeda motor, dan televisi.
Indonesia juga memiliki cadangan mineral kritis yang melimpah, seperti nikel yang menempati peringkat pertama dunia dan bauksit, yang membuka ruang besar untuk investasi baru, termasuk di sektor eksplorasi minyak dan gas. Pemerintah akan merasionalisasi sekitar 1.000 badan usaha milik negara (BUMN) menjadi 200 hingga 240 perusahaan yang lebih efisien dan dikelola dengan standar internasional. Kebijakan baru memungkinkan ekspatriat untuk memimpin BUMN guna mendatangkan talenta terbaik.
Pemberantasan Korupsi dan Penegakan Hukum
Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat memberantas korupsi dan menegakkan hukum sebagai kunci untuk memulihkan aset negara. Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan, ia melarang kerabatnya terlibat dalam proyek pengadaan di kementeriannya sebagai contoh nyata integritas.
Pemerintah melakukan operasi militer untuk memblokade Pulau Bangka dan Belitung guna menghentikan 1.000 tambang timah ilegal dan penyelundupan yang merugikan negara hingga 80 persen dari total produksi timah. Langkah ini diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor timah hingga tiga atau empat kali lipat. Di sektor perkebunan kelapa sawit, pemerintah telah mengambil alih 3,7 juta hektare lahan yang dikelola secara ilegal, termasuk penyitaan 100.000 hektare lahan yang putusan Mahkamah Agungnya tidak dieksekusi selama 18 tahun.
Perjanjian Perdagangan dan Peran Indonesia di Kancah Global
Indonesia berhasil menyepakati perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA) dan Kanada. Indonesia juga bergabung dengan BRICS dan dalam proses menjadi anggota OECD untuk memperluas akses pasar global. Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia harus lebih efisien dan berani dalam menghadapi perubahan dinamika perdagangan global, termasuk kebijakan tarif yang diterapkan berbagai negara.
Dalam bidang politik luar negeri, Presiden Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam proses perdamaian di Timur Tengah, termasuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian jika diperlukan. Hal ini sejalan dengan pidatonya di PBB yang mendorong pengakuan timbal balik antara Israel dan Palestina.
Penyelenggaraan Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia sebagai destinasi investasi utama di kawasan Asia. Forum yang sebelumnya digelar di Bangkok pada 2024 ini menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai sektor industri global, dengan peserta mayoritas berasal dari luar negeri, termasuk kawasan Asia Tenggara, Eropa, Tiongkok, Hong Kong, dan Amerika Serikat.
(@PT)




















































Discussion about this post