Gambar: Kolase foto memperlihatkan kondisi Elika Sari (kiri) bersama kedua anaknya dengan raut wajah sedih, serta kondisi rumah mereka di Kelurahan Karang Anyar, Palembang, yang rusak parah. Bagian kanan atas menunjukkan interior rumah yang berantakan dan sempit, sementara bagian kanan bawah memperlihatkan eksterior rumah panggung berdinding kayu yang miring dan nyaris roboh ke dalam genangan air pasang.
Palembang (Utusan Bangsa) – Tak tega melihat kondisi rumah warga di Jalan Kadir TKR, RT 42 RW 07, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus. Rumah milik Firmansyah yang pekerjaan hanya Pemulung, Elika Sari selaku istri mempunyai anak tiga , hingga kini masih dibiarkan dalam kondisi rusak parah dan belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026.
Rumah yang berdinding papan kayu dengan lantai papan tersebut mengalami kerusakan berat. Lantai rumah turun hingga patah dan hancur, serta sebagian bangunan roboh. Kondisi ini diperparah dengan banjir dan air pasang yang masih kerap menggenangi area sekitar, sehingga rumah tersebut sudah tidak aman dan tidak layak huni.
Akibat kondisi tersebut, pemilik rumah terpaksa mengungsi dan tinggal sementara di rumah keluarga, karena khawatir bangunan ambruk serta takut air pasang kembali naik saat hujan lebat dan banjir datang.
Warga berharap adanya perhatian dan bantuan segera dari pemerintah terkait, mengingat kondisi rumah yang telah rusak berat dan membutuhkan penanganan darurat.
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah dan berpotensi membahayakan warga sekitar, mengingat lokasi rumah berada di kawasan rawan banjir.
Elika Sari, ibu rumah tangga dengan tiga orang anak, mengungkapkan bahwa rumahnya sebenarnya sudah dilakukan survei oleh pihak kelurahan dan kecamatan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Kami minta tolong kepada Bapak Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, agar bisa membantu bahan-bahan untuk membangun rumah kami. Rumah ini sudah hancur,” ujar Elika.
Ia menambahkan, hingga beberapa hari terakhir belum ada penanganan dari pemerintah. Keluarganya hanya berharap uluran tangan agar bisa kembali tinggal di rumah sendiri.
“Kami minta tolong, Pak Wali Kota, belikan papan, tidak banyak-banyak, agar kami bisa tinggal di rumah ini,” ucap Elika sambil menahan air mata.
/DN




















































Discussion about this post