Gambar: Ketua Umum KONI Sumsel, H. Yulian Gunhar, S.H., M.H., memberikan keterangan pers di sela-sela Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Sumsel 2025 di Ballroom Beston Hotel Palembang, Kamis (11/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Gunhar menegaskan komitmennya untuk melakukan perombakan total sistem pembinaan olahraga daerah guna menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
Palembang (Utusan Bangsa) – Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Sumatera Selatan 2025 bukan sekadar forum tahunan. Ajang yang digelar di Ballroom Beston Hotel Palembang, 10–11 Desember 2025, ini menjadi sinyal kuat bahwa KONI Sumsel akan melakukan “reset besar-besaran” terhadap sistem pembinaan olahraga yang selama ini dianggap stagnan.
Rakerprov bertema “Bersatu Bergerak Cepat Mengembalikan Kejayaan Prestasi Sumsel” itu dibuka oleh Gubernur Sumsel yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Dr Apriyadi MSi, dengan kehadiran pengurus pusat dan tokoh olahraga, termasuk Wakil Sekjen KONI Pusat Brigjend TNI (Purn) H Ahmad Saefudin SE MM.
Ketua Umum KONI Sumsel H Yulian Gunhar SH MH menegaskan bahwa Porprov 2023 di Musi Banyuasin (Muba) akan menjadi “cermin besar” untuk membongkar persoalan lama yang selama ini menghambat prestasi.
“Kami tidak ingin evaluasi hanya menjadi laporan di atas kertas. Porprov Muba adalah titik awal untuk memperbaiki pembinaan, kepelatihan, hingga pembiayaan atlet. Kita ingin membangun ulang fondasi olahraga Sumsel,” tegas Gunhar.
Ia menyoroti pentingnya menjadikan atlet sebagai pusat dari seluruh kebijakan olahraga.
“Olahraga tidak cukup hanya sehat dan seremonial. Atlet harus melihat masa depan, bukan masa depan yang menggantung. Itu target dua tahun ke depan: atlet Sumsel sejahtera dan berprestasi,” ujarnya.
Yang paling menarik, KONI Sumsel menjadikan Porprov 2027 sebagai titik nol kebangkitan olahraga Sumsel.
KONI ingin ajang itu tidak hanya menjadi kompetisi daerah biasa, tetapi momentum menata ulang tata kelola, standar pertandingan, hingga profesionalisme cabang olahraga di seluruh kabupaten/kota.
Ada tiga daerah yang telah mengajukan diri sebagai tuan rumah:
• Muara Enim
• Lubuk Linggau
• Kota Palembang
Tiga daerah ini disebut membawa visi berbeda, sehingga pemilihan tuan rumah bukan hanya soal fasilitas, tetapi arah masa depan olahraga Sumsel.
“Kami ingin Porprov 2027 bukan hanya memilih pemenang, tapi membentuk kultur baru olahraga yang modern, transparan, dan berkelanjutan,” kata Gunhar.
Dalam forum tersebut, sejumlah pengurus juga menyerukan perlunya transparansi anggaran, peningkatan kompetensi pelatih, dan pola pembinaan jangka panjang berbasis sport science.
KONI Sumsel menegaskan bahwa era olahraga yang hanya bergantung pada proyek tahunan harus diakhiri.
“Kami ingin budaya baru. Ketika bicara prestasi, bicara sistem. Ketika bicara sistem, bicara profesionalitas,” ujar Gunhar.
Gunhar menegaskan bahwa perubahan besar tidak mungkin terjadi jika hanya dilakukan pengurus KONI.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pemerintah daerah, OPD terkait, legislatif, hingga masyarakat olahraga—untuk ikut mengawal proses transformasi ini.
“Untuk mengembalikan kejayaan Sumsel, semua harus bergerak. Prestasi tidak dibangun dalam ruang tertutup. Kami butuh dukungan semua pihak,” ujarnya.
Rakerprov 2025 ini pun menjadi titik awal arah baru KONI Sumsel: lebih transparan, lebih modern, dan lebih berani menetapkan standar tinggi bagi prestasi olahraga Bumi Sriwijaya.
Kontributor : Hotman Ferizal Saragi/amir






















































Discussion about this post