Gambar: Ketua Umum Komunitas Jeep Palembang/Sumatera Selatan, Iwan Dermawan (tengah mengenakan peci/topi veteran), didampingi anggota komunitas lainnya saat menghadiri peringatan bersejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam di depan situs cagar budaya Lawang Borotan, Palembang.
Palembang (Utusan Bangsa) – Peringatan sejarah Pertempuran 5 Hari 5 Malam kembali digelar di kawasan Lawang Borotan, Palembang, Sabtu (3/1/2026). Momentum bersejarah ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjuangan rakyat Palembang melawan penjajah, tetapi juga memperlihatkan peran aktif komunitas masyarakat dalam menjaga nilai-nilai nasionalisme, salah satunya melalui keterlibatan Komunitas Jeep Palembang/Sumatera Selatan (Sumsel).
Ketua Umum Jeep Palembang/Sumsel, Iwan Dermawan, menegaskan bahwa partisipasi komunitas jeep dalam kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan tulus terhadap para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan.
“Kami dari komunitas Jeep Sumsel selalu terlibat sejak hari kedua hingga hari kelima peringatan ini. Ini murni partisipasi dan rasa hormat kami terhadap perjuangan para pahlawan,” ujarnya.
Menurut Iwan, peringatan Pertempuran 5 Hari 5 Malam memiliki nilai historis yang kuat karena digelar secara mandiri oleh masyarakat, tanpa dukungan dana dari pemerintah daerah, baik kota maupun provinsi.
“Kami tahu panitia pelaksana tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Justru di situlah letak nilai perjuangannya—semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat,” katanya.
Pemilihan kendaraan jeep dalam kegiatan tersebut bukan tanpa alasan. Iwan menjelaskan bahwa secara historis, jeep merupakan kendaraan yang digunakan para pejuang pada masa pertempuran, termasuk oleh Kapten Arivai dan rekan-rekannya.
“Jeep punya nilai sejarah. Kendaraan ini menjadi saksi perjuangan para pahlawan yang kini telah gugur. Karena itu kami merasa terpanggil untuk ikut serta,” jelasnya.
Tak hanya komunitas jeep, pihaknya juga membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas petualang (adventure community) maupun komunitas lain untuk turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan 5 Hari 5 Malam.
Iwan menilai, peringatan ini merupakan momentum penting bagi generasi muda untuk memahami bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan mudah.
“Kami hari ini menikmati hasil perjuangan mereka. Dulu para pejuang kehilangan harta, keluarga, bahkan nyawa. Ini harus menjadi pelajaran berharga,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Iwan menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda dan kaum milenial agar mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.
“Kalian adalah penerus kami. Berbuatlah untuk pembangunan bangsa. Jauhi narkoba, itu sudah lebih dari cukup untuk menghormati perjuangan para pahlawan,” pungkasnya.
Peringatan Pertempuran 5 Hari 5 Malam di Palembang menjadi bukti bahwa semangat juang dan nasionalisme dapat terus hidup, tidak hanya melalui seremoni resmi, tetapi juga lewat peran aktif komunitas masyarakat yang peduli terhadap sejarah bangsanya.
Kontributor:: Hotman Ferizal Saragi/amir




















































Discussion about this post