Gambar: Suasana Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2025 di Desa Mekarsari yang membahas program prioritas pencegahan dan penurunan stunting. Tampak pejabat desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan menghadiri acara di balai desa dengan antusias untuk merumuskan program intervensi gizi dan perbaikan kesehatan masyarakat.
Mekarsari, Cileungsi (Utusan Bangsa) – Di tengah tantangan stunting yang masih menjadi masalah serius di Indonesia, yang merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan asupan bergizi, H. Nasih, Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menetapkan tujuan ambisius: menjadikan desa ini bebas dari stunting pada tahun 2025.
Stunting yang ditandai dengan terganggunya pertumbuhan anak akibat kurangnya asupan gizi mulai dari masa kehamilan hingga masa tumbuh kembang bayi dan balita, mendapat perhatian serius dari pemerintah. Hal ini diatur dalam Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 dan dikuatkan oleh Keputusan Bupati No. 400 Tahun 2023 sebagai dasar bagi berbagai upaya penanggulangan stunting.
Desa Mekarsari yang memiliki sekitar 13.000 jiwa penduduk, tengah menguatkan infrastruktur kesehatan melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang kini sudah memenuhi standar layak dengan dukungan bidan desa, ahli gizi, serta badan konseling ibu dan anak. Empat pokja di masing-masing dusun aktif menjalankan berbagai program demi mencapai target ini.
Program seperti Jambore Kader Posyandu, Lomba LKD Posyandu, dan Lomba Inovasi Posyandu menjadi wadah pengembangan kapasitas dan inovasi pelayanan. Kepala Desa H. Nasih mengekspresikan optimisme sambil tersenyum khasnya kepada media, “Kami optimistis akan meraih juara di lomba Posyandu tingkat Kabupaten Bogor melalui kerja keras dan inovasi yang berkelanjutan.”
Dengan kepemimpinannya, Desa Mekarsari tidak hanya siap untuk mencapai target bebas stunting pada tahun 2025, tetapi juga menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Bogor dan sekitarnya.
(Mahpudin)




















































Discussion about this post