Gambar: Ilustrasi pedagang emas melayani pembelian emas batangan di Jakarta.
Jakarta (Utusan Bangsa) – Harga emas berjangka kontrak Desember di bursa COMEX New York mencetak rekor tertinggi pada 8 September 2025, mencapai USD 3.646,21 per ons seiring pelemahan dolar AS dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve. Lonjakan harga ini turut memicu minat investor Indonesia pada logam mulia.
Harga emas naik sekitar 1,8 persen dalam sepekan terakhir setelah indeks dolar AS terdepresiasi antara 1-2 persen sejak akhir Agustus 2025. Data World Gold Council mencatat pembelian emas oleh bank sentral global pada kuartal kedua 2025 sebesar 166,5 ton, sementara laporan lengkap untuk kuartal ketiga masih menunggu publikasi resmi.
Di dalam negeri, penjualan emas batangan Logam Mulia PT Antam melonjak 15 persen dalam dua pekan terakhir Agustus 2025, sedangkan penjualan perhiasan menurut Asosiasi Perhiasan Indonesia naik sekitar 5-8 persen pada triwulan II 2025. Rupiah melemah sekitar 1,1 persen terhadap dolar AS selama Agustus, mendorong sebagian investor beralih ke emas sebagai aset pelindung nilai.
“Investor global memanfaatkan pelemahan dolar untuk menambah posisi emas, sementara di Indonesia sentimen nilai tukar ikut mendorong permintaan batangan,” ujar Sarah Johnson, analis senior World Gold Council, seperti dikutip dari Bloomberg.
Secara historis, harga emas pada 2011 sempat menembus USD 1.920 per ons, namun reli saat ini lebih kuat dengan kenaikan hampir 45 persen sepanjang tahun hingga awal September 2025. Fenomena ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan potensi penurunan suku bunga AS.
Ke depan, pelaku pasar memperkirakan antusiasme terhadap emas akan tetap tinggi, baik di segmen institusi maupun ritel domestik. Bursa berjangka telah menyiapkan peningkatan margin transaksi untuk meredam volatilitas, sementara Kementerian Perdagangan sedang meninjau kebijakan impor emas batangan guna menjaga stabilitas pasokan. (@PT)




















































Discussion about this post