Gambar: Pemandangan anak sungai atau kanal di Chengdu, Provinsi Sichuan, China, menampakkan kejernihan air yang mengalir di bawah jembatan tradisional pada 28 Oktober 2025. Terlihat pagoda megah bertingkat di puncak bukit hijau yang menjadi latar belakang pemandangan, sementara bangunan-bangunan bergaya arsitektur tradisional China berdiri di sepanjang tepian sungai. Pepohonan rindang dan vegetasi hijau mengelilingi kawasan sungai, mencerminkan keberhasilan program restorasi lingkungan yang telah dilakukan pemerintah China selama satu dekade terakhir. Kualitas air yang terlihat jernih ini merupakan bukti nyata dari pencapaian China dalam meningkatkan 90 persen kualitas sungai dan danau di seluruh negeri, termasuk di Chengdu yang telah menjadi kota percontohan pembersihan sungai sejak 1990-an.
Chengdu (Utusan Bangsa) – China berhasil mencapai kualitas air yang sangat baik di 90,4 persen dari 2.573 sungai dan danau di seluruh negeri pada 2024, termasuk sungai-sungai di kota Chengdu. Pencapaian ini merupakan hasil dari sepuluh tahun implementasi Rencana Aksi Pengendalian Polusi Air yang dimulai pada 2015, yang bertujuan meningkatkan kualitas air permukaan, air tanah, dan perairan pesisir di Tiongkok.
Menurut data Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup China, proporsi air permukaan yang layak diminum, cocok untuk perikanan, dan kontak langsung manusia meningkat drastis dari 63 persen pada 2014 menjadi 90,4 persen pada 2024. Sementara itu, air yang paling tercemar turun dari 9,2 persen menjadi hanya 0,6 persen dalam periode yang sama. Kota Chengdu sendiri telah menjadi contoh sukses sejak 1990-an ketika melakukan pembersihan menyeluruh Sungai Fu dan Nan, yang bahkan meraih penghargaan dari UN-Habitat.
“Dokumen ini menandai inisiatif komprehensif lain untuk melindungi ekosistem air China setelah rencana aksi pencegahan dan pengendalian polusi air pada 2015,” kata Liu Jing, wakil direktur Departemen Ekologi dan Lingkungan Air di kementerian tersebut, seperti dikutip dari Good News Network. Liu menjelaskan bahwa sungai atau danau yang indah adalah tempat di mana aliran ekologi terjaga sehingga tidak pernah kering, fungsi ekologis terpelihara atau dipulihkan, dan keanekaragaman hayati dilindungi secara efektif.
Pembersihan Sungai Fu dan Nan di Chengdu pada 1990-an menjadi proyek percontohan yang melibatkan partisipasi warga dan perusahaan lokal. Proyek tersebut menciptakan 500.000 lapangan kerja, menutup atau merelokasi 1.000 perusahaan penyumbang polusi, membangun dua pabrik pengolahan limbah baru, serta menciptakan 24 kawasan residensial baru dengan ruang hijau bagi 100.000 mantan penghuni permukiman kumuh, menurut WWF.
Pada Mei 2025, pemerintah China meluncurkan rencana aksi baru untuk melindungi dan menciptakan sungai dan danau yang indah hingga 2027, dengan target mencapai kemajuan signifikan pada 2030 dan menyelesaikan inisiatif tersebut pada 2035. Rencana ini mencakup pemulihan habitat pemijahan, memastikan burung migran memiliki akses ke sumber makanan, meningkatkan konektivitas habitat, serta memperkuat sistem pengendalian banjir dan drainase di ekosistem sungai.
Meski demikian, tantangan serius masih tersisa, terutama terkait polusi air tanah, polutan baru seperti antibiotik, dan lingkungan air pedesaan. Lebih dari 20 persen air tanah masih diklasifikasikan sebagai Kelas V atau terlalu tercemar untuk diminum antara 2021 dan 2024. Para ahli menyatakan bahwa fokus pemerintah kini bergeser dari pengendalian polusi ke pemulihan ekosistem secara menyeluruh.
(@PT)


















































Discussion about this post