Gambar: Pandu Sjahrir sedang memberikan presentasi tentang strategi investasi kepada investor muda di studio IDX Channel. (Dok: youtube/@IDXChannel)
Jakarta (Utusan Bangsa) – Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir memberikan tips investasi kepada generasi Z dalam acara IDX Channel yang disiarkan pada 18 Oktober 2025, menekankan strategi kontrarian sebagai kunci kesuksesan di pasar saham. Pandu menyarankan investor muda untuk “jual saat semua orang bersemangat beli, dan beli saat semua orang semangat jual.”
Dalam diskusi tersebut, Pandu mengakui bahwa strategi kontrarian merupakan pendekatan paling sulit namun paling menguntungkan dalam investasi jangka panjang. “Kalau Anda bisa melakukan itu berulang-ulang, Anda kaya sekali. Tapi ini by far the hardest thing to do. I can tell you how to do it, but are you willing to do it,” kata Pandu, seperti dikutip dari IDX Channel.
Pandu membagikan pengalaman pribadinya ketika memulai investasi di usia muda, di mana ia mengalami kerugian hampir 95 persen pada portofolio yang didasarkan pada saran teman, sementara investasi berdasarkan pembelajaran fundamental dari buku menghasilkan keuntungan 20-30 persen. Pengalaman tersebut membuatnya fokus mempelajari analisis fundamental dan menghindari Fear of Missing Out dalam mengambil keputusan investasi.
Menanggapi pertanyaan tentang kenaikan harga emas yang mencapai 70 persen sejak awal 2025, Pandu menjelaskan fenomena ini dari perspektif historis mata uang global. Harga buyback emas Antam tercatat telah menguat 70,98 persen sepanjang periode berjalan tahun ini, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada 17 Oktober 2025 di angka 2,33 juta rupiah per gram.
“Sebenarnya harga emas seperti ini should not be a surprise. It should have happened beberapa tahun yang lalu sebenarnya,” ujar Pandu. Ia menjelaskan bahwa sejak sistem Bretton Woods pasca-1946, mata uang dolar AS tidak lagi dijamin emas melainkan berdasarkan kepercayaan, sementara kondisi geopolitik dan perang dagang membuat nilai dolar melemah.
Pandu juga menyoroti tren menarik di kalangan generasi muda yang mulai beralih ke instrumen berbasis aset nyata seperti mata uang kripto yang dijamin emas. “The young people today are believing more and more that your currency has to be back by something no longer by in God we trust it has to be maybe in gold we trust,” kata Pandu.
Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan jumlah investor pasar modal Indonesia saat ini hampir menembus 19 juta Single Investor Identification, dengan mayoritas pertumbuhan berasal dari generasi di bawah 30 tahun. Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebutkan bahwa generasi muda Indonesia mulai aktif dan percaya diri menapaki dunia investasi.
Pandu menekankan pentingnya pemisahan emosi dari keputusan investasi dan berpikir jangka panjang. “Yang saya belajar, tidak FOMO. Karena memisahkan feeling dengan hitungan itu sampai hari ini pun susah,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa investasi yang dilakukan Danantara harus dinilai dalam perspektif jangka panjang, bukan dalam hitungan tahunan melainkan per dekade.
(@PT)
Sumber: IDX Channel




















































Discussion about this post