Gambar: Arief Martha Rahadyan (kemeja putih, kiri) bersama rekan di acara Muslim Tourism Festival yang terlihat dari backdrop layar proyektor.
Jakarta (Utusan Bangsa) – Tokoh muda dan pemerhati kebijakan publik Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc.,menyampaikan
apresiasi atas langkah pemerintah pusat yang dinilai responsif dan terbuka dalam merespons fenomena viral penggunaan bendera bajak laut “Jolly Roger” dari serial animasi One Piece yang marak di berbagai wilayah Indonesia.Jum’at,31/10.
Keputusan pemerintah yang tidak bersifat larangan mutlak terhadap tren tersebut mencerminkan kematangan demokrasi sekaligus menunjukkan kecerdasan sosial pemerintah dalam membaca dinamika ekspresi publik di era digital.
Arief menilai pemerintah telah menempuh pendekatan yang arif dan proporsional. Setiap bentuk ekspresi masyarakat,selama tidak mengandung unsur provokatif ataupun penghinaan terhadap simbol negara, patut dihargai sebagai bagian dari ekosistem demokrasi yang sehat.
Fenomena pengibaran bendera bajak laut ala One Piece menjadi sorotan publik setelah sejumlah komunitas muda menampilkannya dalam kegiatan kreatif dan kebudayaan. Sebagian kalangan menilai hal itu sebagai simbol kritik sosial, namun pemerintah memastikan tindakan tersebut tidak melanggar hukum selama dilakukan secara tertib dan tanpa unsur agitasi.
Sikap pemerintah yang tenang dan tidak berlebihan memperlihatkan kedewasaan politik. Ini menandakan bahwa negara hadir bukan sebagai pihak yang menakut-nakuti rakyat, melainkan sebagai mitra dialog yang memahami aspirasi dan energi kreatif masyarakat,” terang nya Arief.
Budaya populer seperti One Piece dapat dimaknai sebagai ruang pembelajaran nilai,seperti keberanian, solidaritas, dan kejujuran. Jika dikelola dengan pendekatan edukatif, tren ini bisa menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah air,pentingnya penguatan literasi sosial dan digital agar ekspresi publik dapat dipahami secara konstruktif dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang berkepentingan.
Arief Martha Rahadyan mengajak pemerintah terus membuka ruang dialog yang partisipatif antara generasi muda dan para pemangku kebijakan,menurutnya,harmoni antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial adalah fondasi penting bagi keberlanjutan demokrasi Indonesia.
(Ali)




















































Discussion about this post