Gambar: Suasana Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin Wali Kota Dumai H. Paisal, S.K.M., M.A.R.S. bersama Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau Evenri Sihombing di Ruang Rapat Wan Dahlan Ibrahim, membahas Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan.
Dumai (UtusanBangsa) – Forum Group Discussion (FGD) antara Pemerintah Kota (Pemko) dan perusahaan terkait investasi berbasis sawit di Kota Dumai di gelar di ruang rapat Wan Dahlan Ibrahim. Tujuan utama FGD yakni
Merumuskan Rencana Aksi Daerah (RAD) Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan, untuk memastikan industri berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Rapat ini di pimpin langsung Walikota Dumai H. Paisal SKM Mars bersama kepala perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau Evenri Sihombing. Juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Dumai.
Kepala DPMPTSP Hj. R. Dona Fitri Illahi, S.K.M., M.Si. menjelaskan, kita juga punya pengembangan kawasan industri selinsing. “Lahan kita punya seluas 72,8 Hektar. Lahan milik Pemko Dumai dengan Surat Hak Milik (SHM) bagi yang ingin mengembangkan usaha tentunya boleh menghubungi Pemko,” ungkap Hj. R. Dona.
Lebih lanjut diterangkan, FGD membahas pengelolaan sawit berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan petani, dan harmonisasi kebijakan daerah dengan kebijakan nasional.
Adapun tujuan dan Topik FGD
Menjaring masukan dan aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan (pemerintah daerah, perusahaan, petani, dan masyarakat) mengenai implementasi kebijakan sawit di tingkat lokal.
Meningkatkan produktivitas dan daya saing industri sawit lokal, mendorong investasi hijau dan memastikan produk sawit dapat memenuhi standar pasar global, seperti sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) atau RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).
Hasil yang Diharapkan dari FGD dapat Rekomendasikan kebijakan yang terpadu dan tepat guna untuk pengelolaan sawit yang profesional dan akuntabel.
Komitmen kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani untuk mewujudkan budidaya sawit yang terbaik dan berkelanjutan.
Peningkatan kontribusi signifikan sektor sawit terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat lokal, terutama di daerah pedesaan.
FGD ini berfungsi sebagai forum penting untuk menyelaraskan visi dan strategi antara pemerintah kota dan pelaku usaha dalam mengembangkan industri sawit yang memberikan manfaat maksimal bagi daerah dan masyarakat, sambil tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.
(Navolino)




















































Discussion about this post