Gambar: Grafik garis PDB (yoy) menanjak ke 5,12% di Q2-2025, berdampingan dengan grafik batang inflasi yang menunjukkan 2,31% (yoy) dan label deflasi −0,08% (mtm) Agustus; di latar belakang ikon kebijakan (perisai APBN, tiket transportasi, keranjang sembako) yang melambangkan paket stimulus Rp24,44 triliun.
Jakarta (Utusan Bangsa) – Perekonomian Indonesia melaju stabil di tengah ketidakpastian global. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2025 tumbuh 5,12% (year-on-year), dengan pertumbuhan 4,04% (quarter-to-quarter) dibanding kuartal sebelumnya. Dalam rilis sama, BPS menyebut nilai PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp5.947,0 triliun pada periode tersebut.
Di sisi harga, inflasi Agustus 2025 sebesar 2,31% (yoy), sementara secara bulanan terjadi deflasi 0,08% (month-to-month). Hingga Agustus, inflasi tahun kalender tercatat 1,60%. Angka ini menegaskan stabilitas harga yang relatif terjaga pada paruh kedua tahun berjalan.
Pemerintah sebelumnya menggulirkan lima paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun pada Juni-Juli 2025 untuk menjaga daya beli dan momentum pertumbuhan. Rangkaian kebijakan tersebut mencakup diskon moda transportasi, insentif tarif tol, penebalan bantuan sosial, serta dukungan upah bagi pekerja berpendapatan rendah. “Hari ini Bapak Presiden juga telah memutuskan untuk memberikan sebuah paket stimulus agar pertumbuhan ekonomi dapat dijaga momentumnya dan juga stabilitas perekonomian terus diperkuat,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, seperti dikutip dari Sekretariat Kabinet. Total paket Rp24,44 triliun terdiri dari Rp23,59 triliun bersumber APBN dan Rp0,85 triliun non-APBN.
Kebijakan fiskal itu berjalan seiring penyesuaian kebijakan moneter. Bank Indonesia pada 20 Agustus 2025 menurunkan suku bunga acuan 25 bps ke 5,00%, dengan alasan inflasi yang tetap rendah dan stabilnya nilai tukar, seraya menaikkan proyeksi pertumbuhan tahun 2025 ke sekitar 5,1% atau lebih tinggi.
Ke depan, pemerintah mengindikasikan opsi lanjutan stimulus pada kuartal III-2025 untuk menjaga tren pemulihan, yang saat ini masih dalam proses finalisasi kebijakan. Pernyataan resmi mengenai rincian tambahan akan disampaikan setelah keputusan pemerintah ditetapkan.
Konteks angka kunci (Sumber: Badan Pusat Statistik Indonesia)
- PDB kuartal II-2025: tumbuh 5,12% (yoy), 4,04% (qtq); PDB ADHB Rp5.947,0 triliun.
- Inflasi Agustus 2025: 2,31% (yoy); deflasi 0,08% (mtm); ytd 1,60%.
Stimulus fiskal: total Rp24,44 triliun (APBN Rp23,59 triliun; non-APBN Rp0,85 triliun), diberlakukan Juni-Juli 2025.
Suku bunga BI: dipangkas menjadi 5,00% pada 20 Agustus 2025.
(@PT)




















































Discussion about this post